Jiahahahaha..apa kabar?
sudah sangat lama kita tidak berjumpa. Sudah begitu lama pula aku tidak menulis. Aaaahh..rasanya rindu..rindu dan rindu..
Aku sangat ingin menjadi seseorang yang bermanfaat. Sayangya hingga saat ini aku belum menemukan dengan cara apa aku bisa melakukannya dengan optimal. Banyak pemuda yang aku lirik keberhasilannya. Banyak sekali. Ya Allah..tolong aku. Aku sungguh percaya bahwa aku ini hanya manusia mubah sekarang. Ada atau tidaknya aku tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan, namun adakah kesempatan untukku untuk mencapai impian itu. Setidaknya kini aku ingin menjadi mahasiswa yang baik dan seimbang dalam berbagai aspek serta aku ingin menulis (lebih tepatnya menjadi penulis).
Hampir setahun sudah disorientasi mengejar kehidupanku ini. Kadang aku bingung dengan arah tujuanku tapi kadang aku berambisi untuk mengejar suatu cita. Aku berharap untuk bisa menjadi orang yang bisa menjadi teladan, setidaknya untuk diriku sendiri saja. Aku kini tak peduli apa yang menjadi standar orang SUKSES. Kini yang aku mau hanya AKU BISA MENJADI ORANG YANG AKU HARAPKAN ADA DI DUNIA INI.
Suatu saat, aku mendaftar sebuah program pembinaan dan beasiswa. Aku sungguh sangat ingin lulus dan tergabung ke dalamnya. Tak disangka, mereka menginginkan apa yang mamaku merasa tidak ridho bila aku ada di dalamnya. Entah ketidaklulusanku ini sebagai suatu hal yang patut disyukuri atau tidak. Aku kini hanya yakin bahwa pasti ada jalan lain untukku untuk mengejar cita yang selama ini ingin kucapai. Alhamdulillah..alhamdulillah..hanya itu yang bisa aku ucapkan..
-bersambung-
Pada tahun 1987 di US, FDA (Food and Drug Administration) dihadapkan pada situasi adanya ribuan orang yang terancam kematian karena AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Pada saat itu belum ditemukan adanya obat yang dapat memperlambat laju perkembangan penyakit tersebut. Uji coba klinis terhadap obat antiretroviral bernama AZT (azidothymidine) menunjukkan hasil yang menjanjikan. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa perbedaan hasil di kedua kelompok (AZT vs. placebo) terjadi karena kebetulan sangat kecil, bahkan lebih kecil daripada satu per seribu (Fischl et al., 1987). FDA kemudian memberikan ijin penggunaan AZT dalam waktu singkat setelah percobaan dilakukan.
Mengapa Psikologi memerlukan statistika?
1. Untuk memahami hasil penelitian yang disampaikan dalam literatur ilmiah (skripsi, jurnal, laporan penelitian, dsb)
2. Untuk dapat melakukan pengolahan terhadap data yang diperoleh melalui pengukuran dan/atau penghitungan
Apa itu (definisi) statistika?
1. Cabang matematika (terapan) yang berhubungan dengan pengumpulan, penarikan kesimpulan dan analisis data numerik (Vogt, 1993)
2. Sekumpulan prosedur matematika yang ditujukan untuk mengorganisasikan, merangkum, dan menginterpretasikan informasi (Gravetter & Wallnau, 2007)
Nah, ternyata ada pula statistik...makhluk apa itu?
1. Sekumpulan angka-angka yang menjadi dasar kesimpulan informasi (Furlong, 2000)
2. Nilai hasil pengukuran dari sampel (Gravetter & Wallnau, 2007)
3. Cabang matematikan yang mengkhususkan diri dalam pengumpulan data dan berhubungan dengan data metrik (Guilford, 1978)
4. Penyimpulan angka berdasarkan data yang didapat dari sampel; berbeda dengan parameter yang berdasarkan pada data dari populasi (Fortune, 1999)
Statistika memiliki tujuan umum yaitu
1. Untuk menyusun dan menarik kesimpulan dari informasi yang ada, sehingga peneliti dapat mengetahui hal yang terjadi pada gejala yang diteliti serta dapat mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada pihak lain
2. Membantu peneliti menjawab pertanyaan umum yang menjadi awal penelitian, dengan cara menarik kesimpulan yang tepat yang didasarkan pada hasil yang penelitian
(Gravetter, 2007)
Bagaimana data diperoleh dalam statistika?
1. Penghitungan
-Menghasilkan frekuensi
-Bentuk bilangan bulat (integer)
2. Pengukuran
-Menghasilkan nilai metrik atau nilai skala
-Umumnya dinyatakan dalam bilangan sinambung (continuous)
Oh oh..ternyata dalam statistika terdapat kategori..
A. Descriptive statistics
Tujuan statistika deskriptif adalah untuk merangkum, mengorganisasi, dan menyederhanakan data sehingga data menjadi lebih mudah dimengerti
Digunakan untuk menggambarkan karakteristik dari sejumlah skor mentah yang diperoleh dari satu variabel
Contoh: jumlah mahasiswa laki-laki dan perempuan di kelas, tinggi dan berat badan rata-rata mahasiswa di kelas
B. Inferential statistics
Tujuan statistika inferensial adalah untuk menarik kesimpulan mengenai populasi (generalisasi) berdasarkan hasil penelitian pada sampel yang dipilih dari populasi tersebut
Digunakan untuk membuat rangkuman tentang pola sejumlah skor untuk dua atau lebih variabel dan menggunakan data yang diperoleh dari sampel untuk menyimpulkan hubungan antara variabel-variabel tersebut dalam populasi
Setelah mengetahui dan mengenal statistika dan statistik itu sebenarnya makhluk apa, marilah kita mengenal teman-temannya yang lain.
Populasi dan Sampel
A. Populasi: Kelompok besar yang relevan menjadi subyek penelitian
Suatu kumpulan (entitas) yang terdiri dari kelompok, sub kelompok, atau subyek yang menjadi subyek penelitian
B. Sampel: Bagian dari populasi
Sekumpulan individu yang dipilih dari populasi , biasanya bertujuan untuk mewakili populasi dalam penelitian
Generalisasi sampel ke populasi bisa dilakukan jika sampel merupakan representasi populasi
Walaupun sampel merupakan representasi dari populasi, sangat sulit untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang populasi melalui sampel
Biasanya ada jarak/ perbedaan antara statistik (yang merupakan gambaran dari sampel) dan parameter (yang merupakan gambaran dari populasi)
Perbedaan tersebut merupakan kesalahan yang disebut sampling error
Terus terus,ada juga ini lhooo
Parameter : suatu nilai (numerik) yang menggambarkan populasi
Statistik : suatu nilai (numerik) yang menggambarkan sampel
Ini juga jangan dilupakan yaaah...
Statistik dan parameter merupakan nilai yang bisa termasuk dalam skala pengukuran:
-Nominal
-Ordinal
-Interval
-Rasio
INI DILAKUKAN SEBAGAI LANGKAH AWAL SEMANGAT UAS DI SEMESTER II !! HIAAA...SEMANGAT DAN FOKUS ! YES!
diambil dari materi ppt materi kuliah Metodologi Penelitian dan Statistika I...
Semoga bisa sukses selalu..amin...
Mengapa laki-laki terlihat lebih cemburu dibanding dengan perempuan?
0 komentar Diposting oleh Lizaaaaa di 20.43
Secara evolusioner, laki-laki ingin memastikan bahwa anak yang ia fasilitasi adalah anaknya sendiri. Bagi perempuan, untuk memastikan anak yang telah ia besarkan adalah anak kandungnya tidak sesulit yang dialami laki-laki karena perempuanlah yang mengandung dan melahirkan anaknya sendiri. Oleh karena itu, perempuan tidak perlu khawatir mengenai anaknya walaupun, misal, suaminya berselingkuh dengan perempuan lain. Laki-laki menunjukkan kecemburuan besar karena sumbangsihnya terhadap anak dirasa sangat besar pula. Jadi dapat diinterpretasikan bahwa kecemburuan laki-laki tersebut datang dari jerih-payahnya dalam memfasilitasi pasangan dan anaknya. Menurut beberapa studi, laki-laki dan perempuan memiliki tingkat kecemburuan yang sama, namun laki-laki yang cemburu kebanyakan disebabkan oleh pengkhianatan pasangan dalam berhubungan seks sedangkan perempuan disebabkan oleh emotional attachment pasangan dengan perempuan lain.
Ditemukan dalam suatu penelitian bahwa 65 persen darip erempuan yang dismisif terhadap komitmen mengalami stress yang lebih hebat terkait dengan perselingkuhan emosional yang dilakukan pasangannya. Hal ini juga terjadi pada laki-laki dismisif yang ternyata empat kali lebih cemburu secara seksual dibandingkan dengan perempuan yang committed. Lalu laki-laki yang dismisif 50 kali lebih cemburu pula terhadap laki-laki yang committed. Di sini terlihat bahwa status komitmen seseorang berpengaruh pada kecemburuan di samping kekhawatiran yang terjadi pada laki-laki dan perempuan (perselingkuhan seksual dan emosional). Kecemburuan yang terlihat ternyata juga dipengaruhi oleh faktor emosi selain dari faktor evolusioner. Laki-laki cenderung menampilkan emosinya tersebut dengan cara yang lebih agresif (menggunakan kekerasan).
Kalat, J. W. (2009). Biological Psychology (10th ed.). Belmont, CA: Thomson Wadsworth.
(http://www.scientificamerican.com/podcast/episode.cfm?id=sex-differences-in-jealousy-10-01-28) diakses pada tanggal 17 April 2010, pukul 22.15
(http://ucsdnews.ucsd.edu/newsrel/soc/djealouscharris.htm)
Diakses pada tanggal 15 April 2010, pukul 11.30
Diakses pada tanggal 15 April 2010, pukul 11.30
Hello, everyone! This below downloadable link is a package of FILMAN presentation files. I got it from Mas Ewa, our lecturer, who has given me to be shared. Oke, thanks. I hope we can do our final test successly :D.
download here
Label: college material, download, human philosophy, share
"Semoga semakin matang kayak martabak telor.semakin cantik kayak pizza penuh toping & tmbah bulet kayak siomay bandung yummy" (Teky Widyarini,2010)
Hi..hi...after the kartini's day that held on 21st April..now, I celebrate my day..
happy Sunday..yes! Many people gave me congratulation saying. The simplest things can make me happy this morning.
I promise to be a better person than before I am..hoho..but now i confuse about something: How can I realize my dreams. I've heared in my college there are many competitions that i wanna join to..OKE, i decide to try anything can actualize my self.haha :D
Oh, i begin to retell materials that I've got in classes (Psychology major)..You'll read another posts about them..Enjoy!
Label: life
